“Benarkah?” Allynna tampak senang sekali. “Benar. Aku jarang berbohong kalau tidak benar-benar dibutuhkan.” “Terima kasih.” “Masih lama tidak kau di rumahku? Aku sebenarnya sudah terbiasa dengan keberadaan dirimu.” Austin mengutarakan perasaannya berharap Allynna mengerti. “Tidak sampai sebulan. Aku bisa ke rumahmu sewaktu-waktu dan kau bisa ke galeriku sewaktu-waktu.” “Ya, kau benar.” Padahal Austin ingin jika Allynna berada di dekatnya sehingga ia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri. “Aku akan membantumu pindahan.” Meskipun dalam hati Austin sangat tidak rela. “Kau tidak sibuk?” “Tidak. Aku memiliki waktu luang makanya aku kemari sekalian makan siang.” “Apa pekerjaamu di Curtis Hotel?” “Pekerjaanku tidak terlalu penting di sana. Jika itu penting tidak mungkin aku berada d

