Reuni

1627 Kata

                                   “Apa kabar anak Mama yang paling badung?” Rasti merentangkan tangannya untuk menyambut Mario di bagian kedatangan domestik bandara siang itu.            “Kok badung sih, Ma?” Mario melayangkan protes namun tetap menyambut pelukan ibunya. Balas memeluk wanita paruh baya itu dengan lebih erat.  “Harusnya yang paling ganteng, dong.”            Rasti mendorong tubuh Mario dengan pelan, mengurai pelukan di antara mereka. Dia menatap Mario dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Lalu kembali lagi ke ujung rambut. “Modelan begini ganteng? Mama prihatin sama perempuan yang nanti jadi istri kamu.”            “Mama!” Mario mencibirkan mulutnya. “Anak baru datang dari rantauan bukannya dipuji-puju malah dihina. Kalau bukan Mama siapa lagi yang akan bilang aku ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN