Adelia merasa dirinya pasti sudah gila. Kenapa bisa terlintas di kepalanya untuk mengatakan hal semacam itu kepada Shandy? “Ehm … begini … sebenarnya aku berpikir bahwa aku mungkin tidak keberatan kalau kamu benar-benar melamarku.” Akibat perkataannya itu, kini Shandy berganti menatapnya dengan kerutan yang telah berkumpul di tengah dahi. “Apa katamu?” Nah, kan! Adelia kini tidak tahu harus menjawab apa. Semuanya menjadi begitu kacau. Sangat kacau. Seluruh anggota keluarga sedang berkumpul di meja makan yang sama, membicarakan rencana untuk melamar dirinya. Lalu hal itu melintas begitu saja. Tanpa bisa dikendalikan. Tanpa rencana. Ucapan Mario kepadanya tempo hari. “Berhentilah berpura-pura, Adel. Berhentilah berpura-pura dan jalani hubungan lu dengan serius.” Apa salahnya

