“Kamu sudah lama tidak pulang ke mari. Sekalinya pulang, malah langsung kemasin barang-barang. Kamu nggak marah sama aku, kan Del?” Rinai mengikuti ke manapun Adelia melangkah. Mengamatinya memasukkan pakaian-pakaian dari lemari ke dalam koper. Adelia tengah berkemas. “Kenapa aku harus marah sama kamu sih, Nay?” Adelia menyahut acuh tak acuh tanpa mengehentikan kegiatannya. Dia telah selesai dengan baju-bajunya dan kini beranjak untuk mengepak peralatan gambarnya. “Aku kan sudah bilang tentang renacanaku ke Belanda minggu depan. Dan aku mungkin aku akan menetap di luar negeri untuk beberapa bulan, atau satu tahun. Entahlah.” “Ya. Ya. Keliling Eropa dengan camper van, lalu menghitung domba di New Zealand.” Rinai menimpali yang segera disambut dengan kekehan renyah dari Adelia. “Nah. Itu

