Klub Malam

1158 Kata

Cahaya mengguyur tubuhnya di bawah shower yang dingin, tidak menggunakan air hangat karena dia ingin menikmati sensasi dingin yang sudah lama tidak dia rasakan. Indonesia sangat hangat baginya. Bintik merah di wajahnya mulai timbul karena berlama-lama di luar ruangan. Tidak terasa sudah hampir 2 bulan dia berada di Indonesia, mengunjungi beberapa kota yang cuacanya bervariasi namun tetap hangat. Tempat kelahirannya saja yang sedikit lebih sejuk. Selesai mandi dia melihat ponselnya berkelap-kerlip, segera dia menjawab panggilan video tersebut hanya dengan berbalut handuk. Apa yang diinginkan sang bos dan bagaimana reaksinya jika melihat penampilannya seperti ini. Namun dia tak menyangka yang tampak diilayar bukan Maxim, tetapi adik bungsunya. "Mbak Aya—" sapa sang adik di seberang sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN