Bab 10

1390 Kata

Pagi itu langit cukup cerah. Berkas-berkas cahaya matahari menerobos masuk ke dalam ruangan besar bernuansa klasik. Ditengah ruangan, Mr. Thunder duduk dimejanya seraya menghirup secangkir kopi pagi. Dilihatnya satu kursi kosong di salah satu sisi mejanya, lalu melihat arloji di pergelangan tangannya. “Mr. Thunder, maaf aku terlambat.” Seorang pria dengan penampilan kacau masuk kedalam ruangan. “Han Sihoon ?” tanya Mr. Thunder. “Maaf Mr. Thunder. Adik ku akan dioperasi pagi ini, jadi aku menunggunya sampai dia masuk ke ruang operasi. Maafkan aku…” ucapnya cepat. Mr. Thunder menghela nafas, “Aku mengerti. Duduklah.” Sihoon menempati satu-satunya kursi kosong disana. Lelaki itu berusaha menarik nafas dalam-dalam dan menenangkan diri. Dilihatnya tiga orang lainnya yang wajahnya tampak ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN