Pintu ruang walk in closet dibuka dan pelakunya berjalan sembari membenarkan dasi kupu-kupu yang melingkari lehernya. "Nyonya sudah siap, Tuan." MUA yang dipinta Daniel untuk merias wajah Kania membungkukkan kepalanya sopan saat melihat bayang sang tuan memasuki ruangan lewat cermin besar yang ada didepannya. "Apakah sudah selesai?" pandangan manic Daniel bertemu dengan milik Kania dan saling mengunci lewat bayangan cermin besar. "Sudah, Tuan." bibir sang MUA tersenyum lebar, "Kulit Nyonya sangat bagus jadi warna-warni yang saya berikan untuk beliau bisa menyatu dengan cantik dan sempurna." "Ya, saya bisa lihat itu." ucap Daniel diiringi senyum yang mengembang, "Terima kasih atas kerja kerasmu, sekarang kau bisa pergi." "Terima kasih, Tuan." wanita akhir 30 tahun itu membungkuk kepala

