"Tidak!" geleng Kania keras, wanita satu itu langsung berlari menyusul sang ibu tiri yang telah masuk kedalam lift. "Tidak! Jangan lakukan apapun pada ayahku! Jangan lakukan apapun pada ayahku! Jangan sentuh dia lagi!" teriak Kania keras bersamaan dengan tertutupnya pintu lift. "Sialan!" Kania menelan tombol lift dengan tangan bergetar tak terkontrol, berharap ruang besi itu terbuka hingga dia bisa mengejar mereka. "Tolong cepatlah buka!" air mata Kania mengalir secara tidak sadar, "Ayo buka!" "Kania." Bahari menyusul gadis itu menyentuh punggungnya untuk menenangkan wanita itu, "Kontrol dirimu, Kania. Jangan gegabah." Bahari tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi saat melihat Kania seperti ini, dia tahu bahwa wanita paruh baya yang datang bersama Catherine serta bodyguard-nya itu

