"Apa?" pekikkan Kania dibungkam oleh bibir Daniel yang kembali melumat bibirnya, menghisapnya pelan sembari merayu wanita itu untuk membuka bibirnya untuk kemudian saling beradu lidah. "Ceklek!" Daniel membuka pintu kamar mereka, berjalan dengan langkah hati-hati sebelum menjatuhkan diri keatas ranjang empuk. "Apa yang sebenarnya merasuki anda?!" Kania bertanya dengan nada terengah pasalnya sang suami sama sekali tidak berhenti menyerangnya, "Kalau anda melakukan hal seperti ini hanya untuk main-main semata, sebaiknya minggir!" Kania menakup wajah Daniel. Kedua manik itu kini saling mengunci, menatap ke kedalaman manik masing-masing dengan pandangan saling menilai. "Memang apa salahnya seorang suami melakukan hal seperti ini pada istrinya?" sudut bibir Daniel naik, pria itu memiringka

