Setelah Alex selesai makan lebih duli. Alex menatap wajah Angel, dengan tangan kiri menyangga dagunya. Dia tak mau melepaskan sebuah pemandangan indah nan, cantik di depannya. Wajah yang begitu imut saat makan. Dengan nasi yang menempel di pipinya. Masih enggan beranjak dari pipi sedikit cabi. Alex, tertegun sejenak. Menatap wajah Angel di depannya sangat dalam. Membuat Angel yang melirik ke arahnya. Merasa aneh, ia mengerutkan keningnya semakin dalam. "Ada apa? Kenapa tatapan kamu seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Angel, yang masih berusaha menelan makanan yang baru saja dia kunyah. Angel mengusap bibirnya berkali-kali. "Apa ada bekas makanan?" tanya Angel lagi panik. Sementara, Alex hanya tersenyum tipis. Memegang bahunya. "Diamlah!" pinta Alex. Dia mulai mengambil sisa makan

