Angel dari kemarin memikirkan apa yang terjadi pada Alex. Dia masih bingung apa yang harus dia katakan lagi jika bertemu. Dan mencoba untuk tetap biasa. Saat melintas di depannya. Alex hanya membisu, seakan tidak melihat dirinya ada di sampingnya. Membuat angel hanya bisa mengusap dadànya, mencoba untuk sabar. Menghadapi orang egois yang selalu menang sendiri. Kali ini Angel hanya berdiam diri di kamarnya Wanita cantik, berambut ombak itu, sedang duduk santai nenatap ke arah balkon kamar. Hari libur yang sangat membosankan! Seharian di kamar, dan ada orang yang mengantarkan makanan ke kamarnya. Seakan, ku sedang di kurung di sini. Gerutu Angel. Drrrtt... Drrtt.. Drrtt... "Suara getaran ponsel membuat Angel tersadar dari lamunannya. Dia segera meraih ponsel yang tergeletak di atas

