"Dasar nyebelin! Lagian kenapa juga dia tiska mau. Padahal hanya mengantarku sebentar saja." geritu Vivi. Dia terlihat sangat kesal. Tak hentinya menggertakkan rahangnya kesal. Ke dua mata terlihat begitu sempurna. Namun, penuh dengan amarah dan kekesalan. Vivi, berjalan dengan langkah semakin cepat. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Mencoba untuk mencari di mana keberadaan Varo. Lagian dari kemarin juga belum bertemj dnegan boss Varo. Laki-laki jutek, judes, dan nyebelin menurutku semua laki-laki juga tidak seaneh dia. Vivi tak hentinya terus menggerutu kesal. Jika terus membayangkan wajah Hans yang membuatnya semaksimal kesal dan kesal saat melihatnya. "Dimana boss Varo? Apa dia pergi sendiri. Apa jangan-jangan dia tidak kerja tadi." gerutu Vivi. Ia menyipitkan ke dua matanya. Mengamat

