Sampai di rumah. Alex melangkahkan kaki jenjangnya lebih cepat. Berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya di lantai dua. Alex membaringkan tubuh Angel di ranjangnya. Dengan wajah panik, dia segera keluar, berteriak sekencangnya. "Bi… Cepat panggil dokter." ucap Alex. Beberapa pelayannya, segera berlari menghampiri Alex. "Kenapa kamu di sini? Cepat hubungi dokter. Tidak asa yang memanggil kamu di sini." geram Alex. Menghela napasnya kesal. Menghadapi beberapa pelayannya. "Baik, tuan!" jawab salah satu pelayannya. Dan segera melakukan apa yang di perintahkan Alex. Alex terlihat sangat emosi. Semua yang ada di depannya akan jadi sasaran dia jika dia panik dan cemas pada seseorang. Dan baru kali ini Alex marah-marah pada pelayannya. Meski dia cuek pada semua orang. Dia bahkan tid

