Bab 23 – Mendadak Sehati

1668 Kata

“Sssttt… Main lewat-lewat aja.” Nararya menoleh dan menemukan ibunya kini tengah menunggunya di ruang keluarga. Di sebelah sang ibu, ayahnya tampak tengah duduk santai menatap televisi. “Mama sama Papa belum tidur?” tanyanya seraya mengarahkan kaki mendekati orangtuaya. Semula, ia berencana langsung naik ke kamar. Tapi melihat ibunya memanggilnya, Nararya mengurungkan niat tersebut. “Gimana tadi? Besok jadi kan kamu bawa Mama buat ketemu sama calon mantu Mama?” tanya Nirmala dengan mata berbinar. “Tadi nggak berjalan dengan baik,” kata Nararya sambil menghela napas panjang. Ia mengenyakkan diri di satu sofa sigle yang ada di sana.. “Eh, maksudnya gimana?” tanya Nirmala dengan muka cemas. “Kalau boleh jujur, keluarganya Sabrina agak sedikit toxic ya,” ujar laki-laki itu. “Apa yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN