“Terus tersenyum ya. Jangan sampai ada yang lihat wajah kamu terlihat sedih,” bisik Nararya. Sabrina mengangguk. Masih dengan bibir tersenyum menatap ke arah seluruh tamu. Dari kejauhan apa yang Nararya barusan lakukan seperti bisikan mesra mempelai laki-laki pada mempelai perempuan. Dan hal itu berhasil membuat panas hati seseorang di pojok sana. Dari tempat duduknya Aksa menatap geram ke arah pelaminan. Sedari tadi ia berusaha keras agar tidak membanting gelas yang ada di tangannya. Jika tidak memikirkan akan membuat malu kedua orangtuanya, ia pasti sudah membuat kacau pernikahan Sabrina dan Nararya hari ini. “Adik kamu seperti ingin menelanku bulat-bulat, Mas,” kata Sabrina sambil menatap laki-laki yang beberapa waktu lalu telah sah menjadi suaminya. Tatapan Sabrina segera terali

