(50)

1069 Kata

"Kamu lanjutin aja makanannya, Mas bisa nunggu di luar, gak papa, jangan khawatir, Mas gak akan ganggu kalau memang kamu keberatan Mas ada disini." Ucap Mas Zinan tiba-tiba begitu gue berencana bangkit untuk naik ke atas dan masuk ke kamar, gue terlalu malas meladeni Mas Zinan makanya gue gak berencana ngomong apapun tapi ngeliat reaksi Mas Zinan sekarang malah ngebuat gue mikir ulang, apa omongan Mas Hagi tadi memang bener? Tatapan Mas Zinan terlihat seakan sangat merasa bersalah tapi kenapa? Apa Mas Zinan mulai melakukan strategi lain untuk mendapatkan hati orang tua gue sekarang? Apalagi rencana hebat Mas Zinan? "Kali ini apa? Apa yang Mas rencanain sekarang? Mas gak usah bersikap seolah Mas sangat memperhatikan Rin karena Rin tahu, Mas gak akan sepeduli itu, kalau Mas sangat peduli de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN