(31)

2445 Kata

"Loh Mas Zidan belum makan? Maaf Mas, tadi Bibi belanja dulu ke pasar jadi belum sempat nemenin Mas Zidan makan." Ucap seorang wanita paruh baya yang baru aja memasuki dapur lenglap dengan sekantong penuh barang belanjaan di tangannya, gue tebak ini yang ngebantuin Mama ngurusin rumah. "Gak papa Bi, udah ada yang nemenin juga soalnya." Jawab Zidan tersenyum kecil, mendengarkan jawaban Zidan, Si Bibi langsung ikut mengalihkan perhatiannya ke arah gue, mulai menatap gue dari hujung kepala sampai hujung kaki dengan tatapan menelisiknya juga, gue yang diliatin sampai kaya gitu cuma membalas tatapannya dengan senyum cengengesan gue. "Mas Zidan tumben bawa pacar ke rumah? Mau di kenalin ke Papa sama Mamanya ya?" Tanya Si Bibi yang jujur aja sukses besar ngebuat gue keselek angin, pacar? Gue sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN