"Jangan paksa Mas untuk ngulang ucapan Mas barusan, kamu beban mengatakan apapun, kamu bebas menyalahkan Mas sesuka hati kamu juga tapi sekarang denger ucapan Mas, mandi dan shalat setelah turun ke bawah, masalah antara kita berdua aja belum selesai Rin jadi jangan nambah masalah kita berdua dengan keluarga juga, Mas memang bersalah dan Mas bicara kaya gini juga bukan untuk menyalahkan kamu, Mas sedang berusaha memperbaiki keadaan, supaya kamu gak semakin kesulitan, supaya Mas bisa nebus kesalahan Mas sama kamu juga." Lanjut Mas Zinan terlihat sangat tenang, gue yang memang berdiri mematung dari tadi semakin menatap Mas Zinan kaget dengan ucapannya barusan, gimana enggak, laki-laki yang gue tahu sangat gak peduli sama gue bisa bersikap kaya gini, ini hal baru. "Mas tunggu kamu beberes." N

