(25)

2543 Kata

Begitu tahu kalau Ayah udah gak sadarkan diri, gue langsung berlari panik dan ngebawa Ayah balik ke rumah sakit, gue gak mikir panjang apapun, untungnya Gea juga masih ada di rumah jadi gue juga bisa fokus untuk nenangin Bunda, Ayah gue sekarang lagi ditangani tapi raut wajah khawatir bahkan ketakutan Bunda gue udah sangat-sangat mendominasi, Bunda gue keliatan benget gak tenang, gue hanya mengusap bahu Bunda, memeluk Bunda sesekali untuk menenangkan, walaupun sekarang gue masih berusaha menenangkan Bunda tapi keadaan gue sekarang juga gak jauh lebih baik, gue itu masih sama khawatirnya, gue masih sama takutnya, gue juga kepikiran. "Dek! Kamu udah ngabarin Mas kamu?" Tanya Bunda yang gue balas dengan gelengan pelan. Disaat kaya tadi gue sama sekali gak bisa fokus mikirin apapun, gue terl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN