(55)

4140 Kata

Kayanya ucapan gue tadi beneran salah banget deh, terbukti aja selama perjalanan pulang, Mas Zinan banyakan diem dan gak ngomong banyak sama gue, kalau ngomongpun itu karena memang udah perlu, gak ada pembahasan yang mengharuskan kita berdua untuk berkomunikasi lama, pertanyaan Mas Zinan cuma seputar gue mau makan apalagi? Atau gue butuh sesuatu atau enggak, cuma itu, Mas Zinan gak membahas hal-hal yang menyangkut masalah kita berdua sedikitpun lagi, semuanya seakan berlalu karena pertanyaan bodoh gue tadi sebelum pulang, padahal sebelumnya Mas Zinan gue ajak pulang aja udah gak mau, maunya nginep di rumah sana dan sekarang malah setuju gitu aja, bukannya itu tandanya Mas Zinan beneran marah, kalau sampai di rumah nanti muka Mas Zinan masih kaya gini juga, jaminan gue bakalan di omelin lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN