Kedekatan Rara dan Celia yang terjalin begitu saja membuat Tara semakin memantapkan perasaannya. Ia tidak mau membuang kesempatan untuk wanita sebaik Rara. “Pak, makasih udah diajakin jalan seharian,” ucap Rara sebelum turun dari mobil Tara. “Gue yang makasih, Ra. Celia udah seneng tuh, dari tadi ketawa mulu sama kalian,” jawab Tara tersenyum tulus. “Dadah, kakak cantik. Terima kasih,” kata Celia yang menarik tangan Rara dan Chika bergantian untuk mencium punggung tangannya. “Anak manis, makasih sayang,” jawab Rara mengusap puncak kepala Celia pelan/ “Bye, kakak cantik. Celia pulang dulu,” kata gadis cilik itu berpamitan kepada Rara dan Chika. Setelah mobil Tara menjauh, Rara dan adiknya naik ke unitnya untuk beristirahat. Malam menjelang larut, Rara kembali memikirkan banyak hal yan

