Rara banyak diam selama di dalam mobil, gadis itu kepayahan menahan sesak di dadanya, Tara yang menyadari keadaan Rara akhirnya buka suara. “Nangis aja jangan ditahan, gue udah pernah lihat juga,” kata Tara kepada Rara. Tanpa aba-aba, tangisnya pecah juga selama perjalanan. “Gue udah bilang, Lo rugi mempertahankan cinta Lo buat dia, lepasin dan cari kebahagiaan untuk Lo sendiri,” kata Tara sambil mengusap puncak kepala Rara yang masih terisak. “b******k! Bisa-bisanya nawarin poligami,” kata Rara sambil terisak. Tara yang mendengarnya akhirnya tahu penyebab keributan Rara dan Nanda. “Abaikan, kalau gak suka gak usah diurusin,” kata Tara yang masih betah mengelus rambut panjang Rara yang hari ini ia biarkan tergerai. “Makasih,” ucap Rara ketika Tara mengulurkan tisu untuknya. Sesampain

