Tasya dan Lila pun turun ke garasi bawah tanah tersebut. Pintu sengaja diganjal oleh Lila, agar tak tertutup lagi. Senter mereka arahkan ke dinding, berharap menemukan saklar lampu di sana. Usai meraba-raba selama lima menit, akhirnya ditemukanlah apa yang mereka cari sejak tadi. Ceklek! Semua lampu di garasi pribadi Sarah tersebut menyala dan menerangi segalanya. Senter mereka matikan, sarang laba-laba yang menghalangi jalan pun segera disingkirkan. Mereka berdua menatap ke arah dua lemari besar berisi botol-botol anggur yang masih utuh, tepat di bawah tangga yang tadi mereka lewati. "Wah..., anggur beureum, nih," ujar Lila. "Merah!" tegur Tasya, mengoreksi kata-kata Lila. "Ya kita teh 'kan, orang sunda. Makanya itu disebut anggur beureum," balas Lila, setengah mencibir. Tasya hanya

