END OF EXTRAPART

1055 Kata

Tasya terpaku di tempatnya berdiri, usai mendengar suara tembakan sebanyak dua kali. Tatapannya tepat terarah pada Diden, meskipun tubuh Rio menghalangi jarak pandangnya. Mendadak hatinya terasa dingin, juga dengan sekujur tubuhnya. BRUKKK!!! Tubuh itu ambruk seketika, dengan darah yang menggenang di lantai. "Tasya! Sayang..., hei..., kamu nggak apa-apa, 'kan?" Diden berusaha mengembalikan kesadaran Tasya, usai ia berlari dari balik meja kasir saat tubuh Rio ambruk. Teresha mendekat dengan pistol yang masih siaga di dalam genggamannya. Diperiksanya denyut nadi Rio, lalu menggelengkan kepala ke arah Tasya. "Dia meninggal," ujar Teresha, melaporkan. Tasya pun memeluk Diden dengan erat tanpa ingin melepaskannya. Dadanya begitu lega, saat tahu kalau suaminya baik-baik saja. Arga memarkir

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN