KRIEEETTT!!! "Hmm..., semerbak, ya!" seru Tasya. "Apaan yang semerbak? Harum?" tanya Lila yang sudah menutup mulutnya dengan masker. "Bau, lah! Ada juga, rumah nggak ditempatin lama tapi masih wangi! Kalau wangi mah namanya rumah kosong, yang udah diisi sama makhluk lain!" sebal Tasya. Lila hanya bisa terkikik geli, melihat tampang Tasya yamg mudah naik darah. Mereka segera melihat-lihat isi rumah itu. Sofa-sofa berdebu sangat tebal, gorden-gorden yang terbuka dan tak pernah ditutup, lantai yang penuh dengan ceceran darah hingga mengarah pada tempat terakhir Sarah meregang nyawa. "Kak Diden hobi mengoleksi keramik, gitu, ya?" tanya Lila, saat melihat satu lemari penuh berisi keramik antik. Tasya ikut melihatnya. "Entahlah, nanti kita tanya lagi sama orangnya," jawab Tasya. Mereka p

