Marchel yang memiliki niat serius kepada Mita mau menceritakan kisah asmara di masa lalunya sebelum dia mengenal Mita. “Pada waktu saya masih SMA, saya pernah naksir sama adik kelas. Tapi karena mungkin level dia terlalu tinggi jadi cinta saya bertepuk sebelah tangan.” Marchel hanya mengulas senyum ketika menceritakan cinta monyetnya. “Setelah itu saya merasa lelah mengejar cinta seorang adik kelas. Akhirnya saya kembali fokus menikmati masa muda saya. Lalu selama saya kuliah, belum ada satu pun perempuan yang berhasil singgah di dalam hati saya. Karena mungkin waktu itu saya terlalu fokus sama kegiatan pencinta alam dan kegiatan lainnya, ya ... menikmati masa muda.” Marchel terlihat begitu menikmati kisah tentang masa lalunya sebelum dia sibuk berkutat dalam bisnis perusahaan keluargany

