Sabrina berdiri di balkon kamar lantai dua villa tersebut, menatap ke bawah sana dimana Zoya tengah menjalankan terapi nya bersama dokter Azka. Ini pertama kali nya dia bisa melihat proses fisioterapi Zoya, selama sebulan ini dia hanya menyibukkan diri di kampus, lalu pulang ke rumah, menggoda anak Valen, atau jalan dengan Gevan. Hoeekk hoekk.. Sabrina tersentak saat mendengar suara tangis bayi tersebut. Dia lantas berjalan keluar kamar yang dia tempati, menuju ke arah kamar dimana asal suara bayi itu. Di buka nya pintu kamar tepat di sebelah kamar nya itu, kosong tidak ada seorang pun di dalam sana kecuali seorang bayi mungil di dalam box bayi tersebut. Sabrina perlahan melangkahkan kaki nya ke arah box bayi tersebut. Dia seketika tertegun melihat wajah bayi mungil di dalam sana, yang

