EMPAT PULUH

2454 Kata

Sabrina merubah posisi nya menjadi duduk bersandar di ranjang, lantas menatap lurus ke depan sana. Dimana pintu ruangan nya yang tertutup rapat. Dia lantas menoleh ke kanan, dimana tampak seseorang yang tengah tertidur di sofa tersebut. Siapa lagi kalau bukan Gevan. Hanga cowok itu yang sejak tadi menemani nya, tidak ada seorang pun kecuali Valen dan suami nya yang berkunjung ke sini. Sabrina menghembuskan nafas nya perlahan, tanpa sengaja mata nya menangkap selang infus yang terpasang di punggung tangan kanan nya. Bayangan nya lantas berputar pada semua kejadian hari ini. Dengan perlahan dia lepaskan selang infus tersebut, dia sedikit meringis saat merasakan perih di sana. Sabrina lantas turun dari ranjang tersebut dengan susah payah. Permukaan perut nya masih terasa ngilu jika di gerak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN