Sabrina memacu kaki nya di sepanjang koridor Rumah Sakit Kamboja tersebut. Dengan Gevan yang mengikuti tepat di belakang nya. "Sa---pelan-pelan dong! Lo gak ngira banget sih lari nya! Lo baru sembuh Sa."Gevan menahan pergelangan tangan gadis itu, yang sudah seperti orang kesetanan berlari di koridor rumah sakit. "Valen pasti baik-baik aja, udah ada Bram. Lo gak pelu sampai lari kayak gini, kondisi lo masih harus pemulihan." Ujar Gevan, kali ini menarik pelan tangan Sabrina. Sabrina hanya diam saat Gevan menarik tangan nya, berjalan dengan perlahan di koridor rumah sakit itu. Dia tadi memang mendapatkan kabar dari Bram bahwa Valen akan segera melahirkan. "Arghh!! Lama tau gak!!" Sabrina yang geram dengan langkah keong Gevan lantas berlari di koridor itu dengan tangan yang menarik tangan

