DUA PULUH SEMBILAN

3446 Kata

Gevan menjatuhkan b****g nya di atas kursi yang ada di gazebo tersebut, sembari melirik Sabrina yang duduk diam di sana dengan pandangan lurus ke depan. Sejak tadi dia memperhatikan gadis itu, yang hanya diam tanpa melakukan apa pun. Entah apa yang dia pikirkan. "Eh---gak baik ngelamun siang-siang kayak gini. Ntar kesambet lo." Gevan menyenggol lengan Sabrina, membuat gadis itu tersentak sembari berdecak. "Mikirin apa sih? Daritadi perasaan kayak orang linglung." Tanya nya menatap lekat pada Sabrina. Sabrina menghela nafas nya, lantas menggelang samar. Dia tidak mungkin menceritakan pada Gevan tentang kegelisahan nya sekarang. Semenjak percakapan dengan Vinny dua hari yang lalu, dia di buat tidak tenang dan bahkan sesekali membenarkan setiap kalimat yang gadis itu ucapkan. "Jangan bohon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN