Sabrina melangkahkan kaki nya menuruni setiap anak tangga, sembari memegang pelipis nya yang masih terasa sakit karna bogeman kemarin. Setelah di bawa tidur, memang sakit dan pusing di kepala nya sedikit berkurang. Langkah Sabrina seketika terhenti saat melihat seseorang tidur di atas sofa, dengan melipat kedua tangan di d**a. Sebuah senyuman tipis hadir di wajah nya, melihat wajah damai Gevan yang tertidur. Cowok itu benar-benar menepati janji nya akan menemani nya di sini. Dia tersentuh? Siapa yang tidak tersentuh dengan cowok yang bersikap manis seperti itu. Sabrina menggelengkan kepala nya, saat dia tersadar akan lamunan nya. Tidak, dia tidak boleh termakan dengan pesona Gevan. Sabrina memperhatikan Gevan yang tak kunjung bangun, dia lantas menarik bantal sofa yang menjadi bantalan

