Endrew kini menahan miliknya yang terasa sakit di sana, dia sungguh ingin berlaku egois tapi dia tau bahwa ini yang pertama bagi mereka berdua. Endrew pun harus memikirkan apa yang dirasakn oleh istrinya dan mungkin dia juga harus berkorban karena itu juga. Setelah sepuluh menit berlalu kini endrew mulai bergerak sesuai dengan instingnya, naluri alamiahnya melakukan hal itu dengan sangat lancarnya. Bella yang awalnya merasakan kesakitan kini pun tidak mengeluhkan itu, dia memeluk erat suaminya dan bahkan kini endrew merasakan perih di punggungnya karena mungkin cakaran bella ketika mereka memulai penyatuan mereka. “Masih sakit?” Tanya endrew pada istrinya. Bella menggelengkan kepalanya dan kini bahka wajahnya bersemu merah karena malu dan b*******h secara bersamaa, memang tidak sakit

