BAGIAN 28

1080 Kata

Hana duduk di ruang tengah rumah Dhava dengan kantung mata yang benar-benar menghitam. Dia benar-benar tidak bisa tertidur semalaman, dan memilih untuk menghindar dari Dhava. Hana menatap jam yang menunjukkan pukul 3 dini hari, dan ponselnya sudah muncul sebuah notif. Hal itu sontak membuat Hana beranjak dari sofa, dan hendak pergi dengan pelan dari rumah Dhava. Ting—Hana terkejut ketika melihat lampu yang tadi mati tiba-tiba hidup, gadis itu menatap ke arah saklar lampu dan benar-benar terkejut melihat Dhava yang menyandarkan badannya di sana sambil menyilangkan tangannya di depan dáda. Hana kaku, ia pikir, ia hanya seorang diri saja di ruang tamu luar milik Dhava ini. Hana memang menolak permintaan Dhava untuk menemani lelaki itu tidur, dan Hana juga tidur di sebelah kamar Dhava. Intiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN