"Naraa..?" Zayn sudah kembali dari rapat dengan HRD, saat memasuki ruangan, ia melihat Nara yang tertidur pulas. Adam pamit undur dan kembali ke ruangan nya. Nara bangun dari tidur nya. "Mas?" "Maaf, kamu nunggu lama, ya?" Nara menggeleng dan merapikan dua kotak bekal di meja. "Adam mana?" Zayn pun menghubungi Adam untuk kembali ke ruangan nya dan mengambil kotak bekal dari Nara. "Kenapa dia dikasih juga, sih?" protes Zayn. Nara berkata, sesekali saja, ia berterima kasih pada Adam dan Sarah yang turut mengantar Zayn ke Bandung waktu itu. Dan juga, merasa tak enak, karena mungkin Adam sulit makan siang jika harus mengurusi pekerjaan Zayn. "Terima kasih, bu. Saya berharap ibu saja yang jadi atasan saya, soal nya ibu perhatian." "Diem kamu. Udah sana." usir Zayn. Adam pun berpami

