Bab 10

1017 Kata

Nara bangun di pagi hari dengan rasa pegal teramat sangat di sekujur tubuhnya, bahkan nyeri di pangkal paha nya. Nara melihat Zayn yang masih terlelap di sebelahnya, memandang wajah tampan di pagi hari memang sangat manjur untuk mood booster nya. "Belum kenyang ngeliatin wajah tampan saya?" Nara terkejut, ia tidak menyangka pria itu sudah bangun. 'Kenapa gak bilang sihhh' gerutunya di dalam hati. "Itu di mata Mas ada belek." Nara bangun dari tidurnya dan berlari ke kamar mandi. Ia menahan rasa nyeri nya demi menahan malu. Saat selesai mandi, Nara tidak melihat Zayn di kamar nya lagi. Ia berpakaian dan menyiapkan tas nya untuk dibawa ke Bandung. Ia tidak sempat membereskan pakaiannya semalam karena Zayn tidur di kamarnya. Lebih jelasnya, menidurinya. Merasa pakaian nya sudah cukup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN