Malam Duka

1128 Kata

Bab 43 Malam Duka Safira berbaring di tepi ranjang, memandangi putrinya yang berada di tabung kaca dengan berlinang air mata. Putrinya terlahir prematur. “Jadinya siapa nama putri kita?” tanya Safira. “Tiara Sagara Putri,” kata Sagara.  “Aku ikut saja, nanti panggilannya Tiar aja,” kata Safira tersenyum. “Tiar, wah kedengarannya sangat bagus. Pasti dia sangat suka dipanggil begitu.” “Kamu jangan sedih ya, insya Allah malaikat kecil kita akan kuat,” kata Sagara sambil merangkul istrinya.  “Makasih, Sayang. Kamu sudah mendampingiku di saat-saat kritis.” Safira membayangkan kesakitan saat dia menjalani persalinan. Sagara tak beranjak sedikitpun di sisinya. Bahkan saat itu, pegangan tangan Sagara menguatkannya.  “Nggak perlu makasih, Yang. Tugas dan kewajibanku sekarang adalah menjag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN