Bab 34 Kehangatan “Kamu jangan naif. Dia itu istriku. Aku sangat mencintai dia. Dan kamu ini siapa?” Sagara menatap Granita dengan murka. Safira, Sagara, dan Berliana segera masuk lift. Granita masih mencoba mengejar. “Ara, tunggu...” Granita mau masuk lift, sayangnya pintunya sudah tertutup. “Kenapa sih dia kok gitu amat ya, Kak?” tanya Berliana pada Sagara. “Dia emang aneh. Otaknya udah eror kali,” Sagara menjawab sekenanya. Suasana hatinya masih diliputi kekesalan. “Aneh itu orang. Masa aku dibilang pelakor,” ucap Safira sambil cemberut. “Udah, Yang. Nggak usah diambil hati. Rugi kita yang normal terpengaruh sama pikiran eror orang nggak normal macam begitu,” kata Sagara sambil tersenyum dan merangkul pundak istrinya. “Aku heran aja sama dia. Masa orang kamu dan dia nggak nikah

