Bab 48 Meramu Bahagia “Banyak pilihan, bisa jalan-jalan di dalam negeri keluar negeri,” jawab Benua. Dia sudah mulai mengarahkan rencananya. Ngapain dia ngomong gitu. Jangan-jangana ada udang di balik batu lagi, pikir Sagara. Sagara sejujurnya tidak menghendaki kebersamaan yang mendekatkan Safira dan Benua. Dia bertekad untuk melakukan apapun agar Benua dan Safira tidak terlalu sering ketemu. Tapi bagaimana caranya kalau sebentar lagi mereka akan hidup berdekatan, rumah mereka bersebelahan. "Yuk ah jalan yuk," ajak Sagara. Dia sudah merasa bosan dengan keberadaan Benua. "Bro, kok buru-buru amat sih, ngobrol-ngobrol dulu aja di sini, Bro," ujar Benua mencoba mengakrabkan diri dengan Sagara. Niat dia sebenarnya baik. Mungkin sudah saatnya bagiku untuk mengikhlaskan semuanya. Aku ha

