Aku sudah menahan nafasku waktu Merriam sudah bergerak menciumi wajahku. “Kenapa Yang?, mau langsung aja gak pakai foreplay?” tanyanya tak tau diri. Istriku di hadapanku, sudah melengos melihat aku hampir di gagahi nenek sihir. “Kenapa gak kamu usir dulu centeng centeng ini, masa mau lihat kita gulat” jedaku mengulur waktu. Dia tertawa menyeramkan sampai aku merinding. “Biar aja Yang, kan supaya ikutan h***y trus mereka jadi bisa bantu kamu memberikan hukuman pada istrimu yang tidak menurut” jawab Merriam. Aku melihat Kezia yang berusaha berontak di tempatnya duduk dengan airmata di wajahnya yang memar.Aku terbahak menyembunyikan geramku.Sejengkal aja 4 centeng Merriam berani menyentuh Kezia, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menghabisi mereka semua. “Boleh begitukan sayang?” t

