Keadaan alun-alun lebih ramai dari biasanya. Di lapangan luas tersebut kini terdapat panggung berukuran sedang yang dirias di beberapa bagian. Kebetulan hari ini bertepatan dengan kompetisi dance dilaksanakan. Tak jauh dari panggung, beberapa remaja berkumpul menunggu teman sepermainannya tampil. Tak ketinggalan dengan kertas berisi tulisan penyemangat serta pom-pom yang sengaja dipinjam dari sekolah. Mereka paling heboh di antara penonton yang lain. Terutama dua cewek yang sejak tadi meneriakan nama sahabatnya. "Cessara lalala Ziandra lalala!" "Cessa Zian is the best! Yuhu!" Renata dan Davina tak lelahnya memberikan dukungan, padahal belum tentu sang empunya nama mendengar karena masih berada di backstage. "Berisik amat lu Maemunah!" "Apa sih Diran? Marah-marah terus dari kapan har
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


