Malam hari di apartemen vano.
Yuk guys cabut sekarang.."kata tama
Yoi..bro..have fun yuhuiii..."seru restu
Pake mobil lo van.."printah sam.
Vano hanya mengangguk..dan mereka pun pergi ke sebuah club malam.
Mabuk mabukan untuk menghabiskan waktu malam mereka.
Pagi hari mereka bolos sekolah untuk tawuran dengan sma pemuda.
Siapp bro.."teriak tama memerintah
Siappp balas angota lainya.
SERRAAANGGGG.....
Kedua kubu ini sekarang sedang bertarung sengit..
Well vano...kita bertemu lagi"ucap bram sambil tersenyum sinis.
Vano pun tersenyum miring.."dan langsung mendaratkan pukulan ke arah bram.Dan jadilah duel mematikan antara vano dan bram.
Polisi....polisii....
Triak salah seorang yang berjaga.
Mendengar itu semua yang ada di sana berlari menyelamatkan diri.
Sampai jumpa next time.."kata bram sambil melarikan diri dari lokasi.
Gw tunggu."ucap vano datar.
Shitt..!!polisi datang...harusnya kita menang tadi."umpat restu.
Iya njirr..dikit lagi kita menang."sambung tama
Kalian mau masuk sekolah gak..gw dapet pesan dari aldo..nati ada ulangan kalo kita gak hadir bisa gak naik kelas."ucap sam.
Mereka berempat sedang mengompres luka lukanya di apartemen vano.
Aldo callinggg...
Halo do..ada apa?"tanya sam
Buruan kalian masuk..pak seno denger tadi kalian tawuran..buruann nati kalian bisa di D.O."jawab aldo.
Waitsss sabar bro..ntar kita otw..bye."balas sam sambil mematikan telfonnya.
Come on guys...yuk ke sekolah."ajak vano.
Yes bro...lo yang nyetir.."kata restu sambil nyengir.
Vano hanya memutar bola matanya dan berjalan keluar apartemen di ikuti teman temanya.
Wahh kita sampe pas istirahat nech guys..kantin dulu yuk..laper..urusan pak seno belakangan ja."seru restu
Good idea.."sambung sam dan tama.
Mereka pun ke kantin..dan menjadi pusat perhatian karna terdapat banyak luka lebam pada tubuh dan muka mereka.
Ihh..walaupun bonyok gitu masih pada ganteng yah..apa lagi vano.
Mau donk ngobatin lukana.
Ka vano kasian pasti sakit.
Ka vano auranya tetep ganting.
Dan masih banyak bisikan lainya.
Kakak..ayo duduk sini.."seru fanya sambil melambaikan tangan ke arah vano and the geng.
Vano dan temanya pun melangkah duduk bersama kayla,fanya dan lusi.
Kenapa sama muka kalian?tanya kayla
Ahh biasa..urusan cowok."jawab restu sambil tersenyum.
Heh lo...sini."printah vano kepada salah satu siswa yang lewat.
I..i..iya kak..ada apa"tanya siswa itu takut.
Kalian mau pesen apa.."tanya vano.
Gw bakso sama es teh aja dech.."kata restu..terus kalian pesen apan?"sambung restu.
Samain aja dech gimana?"usul sam.
Semuanya pun mengangguk.
Ok lo pesenin kita bakso 7 dan es 7."kata vano sambil memberikan dua lembar uang seratus ribuan.
Iya kak.."kata siswa itu bergegas pergi.
Apa gak papa..nyuruh orang sembarangan?"tanya kayla.
Gak papa..yang di suruh juga gak keberatan."jawab vano datar.
Pesanan pun datang..
Kaka ini kembalianya.."kata siswa itu mengembalikan uang vano sambil gemetar.
Udah lo ambil aja.."kata vano singkat.
Ini terlalu banyak kak..."kata siswa itu lagi takut takut.
Ambil aja..anggep ja itu rejeki."sela tama.
Makasih ka.."kata siswa itu sambil tersenyum kemudian pergi.
Vano..kadang lo terliat ngeselin..kadang terliat baik..gw jadi penasaran sama lo."ucap kayla dalam hati.
Di Sisi lain geng sayra melihat kedekatan kayla dkk dan vano and the gang..merasa iri karna satu sekolah pun tau kalo geng vano itu sangat sulit di dekati..dan kini malah mereka tertawa bersama.
Junior sialan...gw kasih pelajaran juga kalian yar gak kecentialan.."geram sayra marah.