"Aku pikir Sherly ke sini karena merindukanku." Uhuk! Sialan, gak bisa ya gak bikin jantungan, batin Sherly. Lihat, karena perkataan surprise dari Yoga, kini semua orang menantikan jawabannya. Ia membalas tatapan pria itu, jengah bukan main. Kenapa sih pedenya makin menembus cakrawala? "Cuma bercanda, gak usah jutek gitu sama calon suami sendiri." "Hehe," balasnya sambil memamerkan gigi. Semuanya kembali sibuk dengan obrolan yang sempat terputus karena makan. Para wanita sepertinya lebih fokus membahas tentang pernikahan, juga para pria yang lebih berpusat dengan dunia bisnis. Entah kapan akan selesai. Sherly sendiri menyesal karena hanya memakai pakaian yang ia pakai, meskipun hanya semalam, tapi ia merasa tidak nyaman memakai setelan yang sama sejak tadi pagi. Mata Yoga tidak

