Trauma Leon

1366 Kata
Keesokan Harinya Rati datangi lagi kantor Leon buat ngejalani Second plan doi. Kafetaria kantor Leon lagi chill kayak co-working space ala anak Jaksel. Terlihat disana ada Diana, si vibe secretary dengan outfit office chic, lagi clinking gelas Americano sama Leon. Coffeenya mahal kayak iuran member gym, tapi vibe-nya flat kayak story gebetan yang cuma post makanan. Rati, si queen of chaos, nyerocos masuk kayak tornado, “Aku ingin menuntut pacar kakakku. Aku melihat pacar kakakku itu licik seperti rubah.” Dialog-nya sok Shakespeare padahal cuma pengen Leon ajak doi nongkrong. Tapi Leon? Stay Santuy kayak abis liat IG story doi di-restrict “Kita ada pengadilan jam 1 siang kan? Apa kamu ada rencana setelahnya?” Leon Nyeletuk ke Diana, abaikan Rati kayak ghosting DM. Diana nyengir sok innocent, “Apa kamu mau pergi minum? Aku tahu bar yang bagus.” Auto standing ovation buat acting-nya yang level sinetron SCTV. Leon & Diana walk out kafetaria kayak pasangan di ending drakor, tinggalin Rati yang standing krik-krik kayak NPC di game. Rati dalam hati, “Anjir, gue diskip kayak adegan flashback di t****k!” Mukanya merah tobat campur malu, nge-grip tas fake Hermes-nya sampe kretek-kretek. " Padahal semalem gue nge grind ide ini sambil marathon How to Get Away with Murder. Kalo gue tuntut pacar Ana, Leon pasti auto jadi pengacaraku! Scene-nya bakal kayak Suits, terus doi fall in love pas trial!” But Realita? GAGAL. Malah doi jadi third wheel di kencen Leon-Diana. Rati pulang dengan muka kayak abis lose FYP battle. Tapi doi gak nyerah! Plan C udah ready: “Besok gue bakal hack akun Diana, post foto Leon jadul biar doi malu!” gumamnya Sementara itu, Leon masih clueless di bar, minum mocktail sambil mikir, “Kok Rati tadi marah-marah ya? Apa doi allergic sama Americano?” #RENCANA KEDUA GAGAL Keesokan Harinya pun Ratii belum menyerah. Rati nyamber kantor Leon lagi kayak tornado cringe*l season 3. “Aku ingin menuntut Bu Mely!” Teriak doi sambil slam fake legal documents ke meja—padahal isinya cuma print-out tugas push-up waktu SMA. Leon, yang udah lelah kayak abis scroll t****k 6 jam, angkat alis, “Kenapa kamu ingin melakukannya?” Rati nge gaslight ala korban sinetron, “ Dia menghukumku dengan menyuruhku melakukan 100 kali push-up dengan alasan sepele. Ia memperlakukan muridnya dengan semena-mena.” ,Vibe-nya kayak pengen jadi protagonis di drakor bully, tapi plot-nya ngaco. Leon clapback pake tarif lawyernya yang mahal kayak skincare, “Baiklah. Ayo kita mulai kasusnya. Biayaku sekitar 5 juta per jam.” Rati auto freeze kayak kena freeze frame di IG Reels " Apa? Oh, aku harusnya mempertimbangkannya. Selamat tinggal.” Doi Cabut cepet-cepet, ninggalin Leon yang senyum-senyum sendiri gegara kelakuan doi yang bikin secondhand embarrassment. #RENCANA KETIGA GAGAL JUGA. Setelah itu Leon Cut to bengkel mobil vibe anak Jaksel yang suka modif motor ala-ala. Leon lagi nongkrong sama Mike, tapi mukanya senyum-senyum kayak abis liat meme BTS di Twitter. Bengkel spot langganan Mike & Leon lagi happenin' kayak live podcast*l gagal. Suara mesin ngebul , bau oli nyengat, tapi vibe-nya malah jadi tempat curhat doi-doi yang gak bisa move on. Mike radar bocor langsung nyadar, “Ada apa?” Tanya doi sambil squint mata kayak Sherlock Holmes versi boomer. Leon ngeles, “Apa? Mobilku mulai bergetar karena aku sering agak ngebut bawanya.” Alasan sok logis, padahal doi baru aja ngingat pas Rati lari kayak dikasi free voucher palsu. Mike ga mau kalah, “Sepertinya bukan hanya mobil yang bergetar. Kamu juga sepertinya sedang terguncang. Apa ada berita bagus?” Ngasih side-eye kayak netizen liat kontroversi artis. Leon panik, “Berita bagus apa?…Apa mobilku sudah selesai?” Switch topic ala pro. Mike gaslight lagi, “Apa kamu sudah menemukan tempat tinggal?” Leon jawab singkat, “Sudah.” Diem-diem doi udah sewa apartemen deket kantor biar gak ketemu Rati—tapi gak tau kalo doi udah stalk alamatnya. Mekanik bengkel nyamperin, “Pak, perbaikan sudah selesai. Tapi ban depan harus diganti karena sudah tipis.” Leon kaget, “Benarkah? Aku tidak tahu.” Vibe-nya kayak orang kena hidden charge di aplikasi streaming. Mike nyeletuk sok expert, “Kamu harus menggantinya seperti mobilku. Pilih saja yang itu.” Leon nunduk, “Oke, makasih sarannya, Mike.” Dalem hati, “Ah elah, ban tipis aja dijadiin bahan small talk". Tapi Mike tau banget doi lagi overthink soal Rati. Dalam hati, “Ni orang mah lebih clueless dari aku pas ghosting Meli deh kayaknya.” Kemudian kamg montirnya mengganti ban mobil Leon, Tapi Leon masih senyum-senyum sendiri, kayaknya keFlashback kejadian Rati. Dalam hati, “Rati tuh lucu banget sih. Gagal lawsuit mulu, tapi grind-nya kayak influencer reject brand deal.” Tapi doi gak mau ngaku kalo lowkey simp sama chaotic energy-nya Rati. Sambil menunggu kang montir ganti ban mobil nya dia, Leon sibuk pretend baca brosur ban, padahal mukanya kayak abis liat story gebetan di IG. Mike, si agent chaos, nyerang dadakan, "Jadi saat kamu berkendara bersama Rati, bagian mana dari Rati yang paling cantik?" Leon kaget kayak kena jebakan t****k challenge, "Matanya, hidungnya..." Auto bocor simp confession tanpa sadar. Ketika Baru nyadar, doi lansung umpat, "b******k!" Wajahnya merah kayak filter IG sunburn. " Gue Bukan Sahabat, Tapi Detektif Bucin" gumam Mike sambil nyengir ala penjahat drakor "Oh jadi dia punya mata dan hidung yang cantik. Lalu apa lagi?", Gaslight level akhir, mukanya kayak netizen nemu kontroversi rtis. Leon panik mode , "Aku harus mengganti ban mumpung di sini." Ngeles ala bocil ketauan nyuri jajan. Petugas Bengkel nyeletuk dalam hati kayak, " Lah ini gua ngapain daritadi, pan udah tadi di bilangin ganti ban, ini dah gua kerjain bang !!!" Tapi Mike gak mau stop, "Bagian mana lagi yang cantik? Bibirnya?" Ngejar kayak algoritma IG yang recommend mantan. Leon sibuk pura-pura eksplor brosur ban kayak mau research buat skripsi. But Dalem hati, “Gue harus ganti ban sekalian ganti topik!” Leon nyoba fokusin mata ke brosur ban kayak lagi baca novel bestseller. Dalam hati, “ Ini ban radial lebih aesthetic dari bibir Rati? Gak mungkin!” Tapi doi tetap acting sok clueless, mukanya kayak orang solve matematika tingkat dewa. Mike tau doi lagi ghosting perasaan sendiri, “Dasar simp akut, liat brosur aja mukanya kayak liat foto Rati di highlight,” Tapi diem-diem, doi save momen ini buat bahan roast di grup WA squad. Sementara itu, Leon di bengkel masih sibuk liatin brosur ban. Dalem hati, " Ban radial yang ini juga lebih steady daripada hidup gue." Tapi otaknya auto replay kenangan sama Rosa: flashback nikah, fashback kecelakaan, flashback doi nangis di pemakaman. Vibe nya kayak IG story yang di-repost tiap tahun. *** FYI, Setelah cabut dari rumah Ana, Leon ternyata nyemplung ke rumah mertuanya. Vibe-nya? Klasik kayak drakor tragis. Doi ternyata udah jadi duda 10 tahun yang gak move on dari almarhum istri, Rosa. Backstory-nya lebay: nikah muda di usia 25, couple goals ala Cinderella, tapi plot twist— si Rosa tewas kecelakaan pas anniversary kelima. Result ? Leon stuck di flashback cinta toxic positif, gak punya anak, gak punya closure. Mertuanya? Jadi penjaga memori Rosa kayak museum pribadi. Waktu itu , Squad Ana, Steven, Mike, Meli lahi nongkrong di café Steven yang aesthetic ala Paris Jepang. Agendanya? wichis Bahas Leon yang udah jadi boomer melancholic. Mike nyamperin telat kayak bintang tamu podcast, "Di mana Leon?" Steven clapback, "Kami memang sengaja tidak mengundangnya." Diem-diem, mereka tau Leon lagi mental breakdown di rumah mertua. Mike drama queen, "Wah, kalian jahat sekali. Meninggalkannya sendirian." Ana spill tea, "Ia keluar dari rumahku dan tinggal di rumah mertuanya. Kamu tahu itu rumah hantu kenangan Rosa?" Squad auto flashback Leon nangis pas haul Rosa tahun lalu—awkward level 100! Steven ngungkit telepon dari ibu mertua Leon, "Tadi malam mertua Leon call gue. Suruh kita gas Leon move on. Kayak gampang aja, ya kan?" Mike nyinyir, "Leon memang orang paling hangat—hangatnya literally kayak nasi kotak tengah hujan!" Ana nyahut, "Apa yang harus kita lakukan? Kasian* doi stuck di 2013!" Mereka mikir kayak brainstorming konten t****k—ide dari therapy sampe jodohin Leon sama random cewek di Tinder. **** Petugas bengkel, "Pak, ban sudah diganti." Celetukannya membangunkan Leon Yang sedang berhayal. "Oh, jadi gue gak bisa pura-pura sibuk lagi?" gumamnya. Back to reality yang paaaahit.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN