Chapter 43 Makan siang bersama.

1975 Kata

Sepanjang perjalanan pulang, Zui tidak bersuara. Rihana menyetir dengan santai walau jantungnya berdenyut sangat kencang. "Bunda nggak akan maksa kamu untuk meninggalkan kota ini, tapi Bunda punya syarat lain dan kamu harus menepati." Rizuka menolah sesaat. "Bunda telah putuskan hal ini, setelah melihat sikap ketiga pemuda itu. Bunda nggak bisa biarkan kamu kembali ke sana." Rizuka memejamkan mata cukup lama. Diam sesaat dan memikirkan kedua sahabatnya. "Bunda akan mengirim kamu ke sekolah lain, atau kamu tertinggal kesempatan dan mengulang di kelas tahun depan." Ide gila Rihana membuat pupil netra Rizuka membesar. Tidak ada bantahan membuat Rihana lega. Tiba di rumah, Rizuka langsung keluar dari mobil terlebih dahulu. "Zui!" panggil Rihana. Gadis itu tak menoleh dan segera naik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN