Tiiiiiiitttt Suara Bedside monitor terdengar sangat nyaring di dalam ruangan. “M..mas mas Gavin jangan becanda, bangun mas.” Aku merasakan tubuhku di tarik mundur menjauh dari brankar memberikan ruang untuk Kak Reno, Kak Dhika, Kak Dimas berusaha menyelamatkan suamiku. “Berikan Epinefrin mas.” Perintah kak Dhika yang langsung di laksanakan kak Dimas. “Defibrilator Ren.” “Siap Dhik 120 joule” “ Naikkan 20 joule.” “Shock.” “50 joule.” “Shock.” Tak ada perubahan hanya garis lurus yang terlihat di layar monitor. “Bangun Vin, kamu harus bangun anak dan istri kamu menunggu.” Teriak kak Dhika. “Sekali lagi Dhik.” “200 joule.” “Shock” “s**t! Bangun Vin kamu harus bangun jangan becanda Vin aku mohon.” Teriak Kak Dhika menunduk dan kemudian menangis di samping mas Gavin,

