Janji Suci

1234 Kata

Zahra mematut diri di depan cermin. Kebaya putih dengan riasan khas jawa membalut tubuhnya dengan pas. Kebahagiaan begitu terpancar dalam sorot mata sendunya. Jika menengok ke belakang, dia seakan tak percaya bahwa tinggal menghitung jam saja setatusnya akan berubah menjadi istri Davie. Bibir Zahra melengkung membentuk senyum, ketika nama Davie terlintas dalam benaknya. Memang, takdir selalu bergerak sesuai rencana-Nya. Dulu menikah bagi Zahra adalah momok menakutkan. Karena dia tak yakin akan mencintai suaminya dengan tulus jika bukan Davie. "Udah kali, Dek. Jangan senyum-senyum terus. Kering tuh gigi lama-lama," ujar suara Ian dari ambang pintu. Seolah menarik Zahra kembali ke alam nyata. Zahra mendengkus, kemudian Ian berjalan menghampiri adiknya. Tanpa aba-aba, laki-laki yang kini

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN