Alina membentak wanita itu dengan kencang. Gadis itu penuh amarah. Ia bagaikan harimau lapar yang hendak menerkam mangsanya kala itu. Dia terus memburu sang tante. Baginya ia ingin melenyapkan wanita itu demi menuntut balas. "Alina, lepaskan Tante… lepaskan aku…" ucap Tante Maya penuh permohonan seraya menangis. "Aku tak akan melepaskanmu! Tante pembunuh! Tante pembunuh!" "A-aku, aku bukan —" "Kau pembunuh!" Alina memotong pembelaan sang tante, gadis itu terus berteriak pada Tante Maya. "Tante bukan pembunuh, Lin, bukan Tante." Tante Maya berusaha menghindar dengan menyeret bokongnya mundur menghindari Alina yang terlihat mulai kalut. Gadis itu masih menatap penuh ancaman. Tangan dan tubuhnya bersimbah darah segar. "Alina, sadarlah!" "Aku sangat sadar, aku akan menuntut balas

