"Haris, kenapa kau menolongku?" Alina masih sadar hanya mulai melemah. "Kau tak boleh mati, itu semua bukan salahmu, aku akan memberitahukan kebenarannya, kau tak boleh mati, Alina," ucap Haris seraya membopong gadis itu. Haris membopong Alina yang tak berdaya, tapi detak jantungnya masih terasa berdetak. "Kamu harus kuat, Lin, kamu harus kuat," bisik Haris saat membopongnya. "Suster, tolong teman saya!" Haris dan Rossa berteriak memanggil suster yang berada di ruang instalasi gawat darurat. Setelah dua orang suster datang, pemuda itu membaringkan Alina di atas ranjang setelah sampai di depan ruang instalasi darurat. Gadis itu segera ditangani oleh dokter. Haris bergegas menghubungi Indra agar segera menghampiri Alina di rumah sakit tersebut. Ia dan Rossa menatap sang gadis dengan c

