Sosok Pembunuh Itu Datang Lagi

1787 Kata

Alina datang dari kamar mandi dengan wajah sayu dan menunduk. Tak ada bekas luka dan seolah-olah tak ada yang terjadi pada gadis itu. Marisa sampai menatap penuh tanya. Ia juga menoleh ke arah Ayu yang beranggapan sama. "Kenapa dia baik-baik aja, Yu?" bisik Marisa. "Mana aku tau, mungkin dia nggak kepeleset dan udah bersihin wc," sahut Ayu seraya berbisik juga. "Lin, makan malam yuk!" ajak Indah. Alina hanya menganggukkan kepalanya. Ia dan Rossa lantas mengikuti Indah menuju tempat makan para santriwati. Marisa dan Ayu juga ikut serta meskipun dalam hati mereka sangat merasa bingung. Setelah selesai makan malam, semuanya kembali ke asrama masing-masing. Pukul tiga dini hari mereka dituntut untuk bangun melaksanakan salat tahajud berjamaah. Di dalam kamar asrama, Alina langsung membar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN