EMPAT PULUH SEMBILAN

1238 Kata

Aku menarik napasku, sangat dalam hingga aku bisa menyelami pikiranku sendiri. Sungguh, tidak sampai hati aku membiarkan Sky bersimpuh di atas dinginnya lantai dengan deraian air matanya. Tetapi ... apa lagi yang bisa aku lakukakn? “Aku mohon, Kak,” ujar Sky sekali lagi. Aku mengikuti Sky, merendahkan tinggiku di atas lantai. “Bangun, Sky,” ujarku saat membawa tubuh Sky untuk mengikutiku berdiri. “Kakak mau maafin abang, kan?” tanya Sky lagi. “Aku janji, Kak. Aku janji. Aku bakalan dengerin Kakak. Aku bakalan jauhin abang.” Aku tersenyum. Tapi, ku yakin senyumku pasti terlihat hambar. Entah lah, aku mati rasa sekarang. “Kak.” Sky menarik pelan tanganku dengan suara lirihnya, menggoyang-goyangkannya beberapa kali, memaksa untukku memberikannya jawaban. Aku melepas pegangan tangan Sky

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN